Langsung ke konten utama

NGODOR!!! PENYULUH AGAMA ISLAM DAKWAH ONLINE



Dakwah menurut bahasa bermakna penyiaran agama dan pengembangannya di kalangan masyarakat; seruan untuk memeluk, mempelajari, dan mengamalkan ajaran agama (kbbi.kemendikbud.do.id). Sedangkan Syaikh Ali Mahfudh dalam karyanya yang berjudul Hidayah al-Mursyidin menetapkan definisi dakwah sebagai suatu usaha mendorong (memotivasi) untuk berbuat baik, mengikuti petunjuk (Allah), menyuruh orang untuk mengajarkan kebaikan, melarang mengerjakan kejelekan, agar dia bahagia di dunia dan akhirat (KH. MA. Sahal Mahfudh, 2012: 105).(https://www.nu.or.id/post/read/54851/reorientasi-dakwah). 

Dapat disimpulkan bahwa dakwah adalah upaya menyeru atau mengajak manusia menuju jalan Allah SWT agar manusia berbuat amar ma’ruf dan nahi munkar. Kewajiban berdakwah merupakan tugas dari setiap muslim, sebagaimana tertulis dalam Al Quran surat Ali Imran : 104 yang artinya ”Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar.”

Ada beberapa metode yang lazim digunakan pada saat berdakwah, diantaranya adalah berdakwah dengan melalui perbuatan, berdakwah dengan lisan dan berdakwah melalui tulisan. Namun, pada saat keadaan pandemi Covid-19 seperti sekarang, dakwah dengan perbuatan sedikit berkurang, sesuai dengan anjuran pemerintah yang harus mengurangi mobilitas.

Keadaan semacam inilah yang kemudian disiasati oleh Penyuluh Agama Islam di lingkungan Kantor Kementrian Agama Kabupaten Purbalingga dengan mengambil langkah untuk berdakwah melalui online (media sosial) baik melalui youtube, blogspot, facebook dan lainnya. Mereka berlomba-lomba untuk membuat konten penyuluhan dengan video maupun tulisan yang bertujuan untuk menyebarkan dan mengajak kepada kebaikan.

Allah SWT berfirman dalam Surah An Nahl ayat 125 yang artinya: "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk."

Media sosial dipilih sebagai media dakwah disamping mudah digunakan serta menggunakan biaya yang murah, saat ini hampir seluruh lapisan masyarakat menggunakan media sosial, tentu saja ini merupakan ladang yang sangat perlu untuk digarap, apalagi selama ini kelompok-kelompok radikal sudah lebih dulu melakukan propaganda melalui jalur tersebut.

Ujaran kebencian, berita bohong (hoax), dan ajakan-ajakan yang menyesatkan jangan terus dibiarkan berkembang di masyarakat. Sudah saatnya konten-konten radikal mendapat perlawanan agar masyarakat dapat memperoleh informasi yang baik dan berimbang.

Beberapa Penyuluh Agama Islam yang aktif melalui media sosial diantaranya ; Imam Edi S dan Ahmad Prayitno dari KUA Kecamatan Kaligondang, Rikin, SH dari KUA Kecamatan Bobotsari, Artanti dari KUA Kecamatan Bojongsari dan masih banyak lainnya. 

Selain itu Kantor Kemenag Kabupaten Purbalingga melalui bagian Humas juga ikut aktif dalam menyebarkan informasi dengan menggunakan media sosial youtube dan website Kankemenag Purbalingga. 

Kemajuan teknologi seharusnya dapat diterima dan dimanfaatkan dengan baik, bukan hanya sebagai sarana hiburan semata, namun juga menyebarkan kebaikan guna memperoleh kebahagiaan dan keberkahan bagi masyarakat luas.

Wallahu a'lam

MYS, 18/03/2021

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merajut Tali Silaturahmi

Oleh : Much Yulianto Sidik Sudah diketahui bersama bahwa manusia diciptakan sebagai makhluk sosial, makhluk yang hidupnya membutuhkan bantuan dari orang lain, makan, minum, kerja, bahkan sampai tidur pun membutuhkan orang lain. Sebagai contoh nasi, dari mulai gabah sampai menjadi nasi yang dimakan membutuhkan proses yang panjang, dan semua proses membutuhkan bantuan orang lain. "Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya; dan dari pada keduanya Allah mengembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu." (QS. An Nisaa :1) Salah satu bentuk hubungan timbal balik adalah dengan menjalin silaturahmi, dengan adanya silaturahmi orang-orang yang awalnya tidak saling kenal bisa saling ken...

Sesama Muslim Jangan Saling Menghujat

Oleh : Much Yulianto Sidik Akhir-akhir ini di media sosial banyak muslim yang telah jauh meninggalkan nilai-nilai ukhuwah dengan menghujat umat muslim lainnya, baik secara perorangan maupun berkelompok, sangat tidak pantas apabila ada orang yang mengaku dirinya seorang mukmin tetapi mengabaikan ajaran ukhuwah.  Agama mengajarkan bahwa tidak boleh berprasangka buruk, jangan pula menjadi manusia yang gemar menghujat dan mencaci maki, berkata tidak baik dan kasar. Manusia diciptakan berbeda dengan makhluk lainnya, manusia dikaruniai akal pikiran agar dapat berbuat baik dan berbudi pekerti luhur, bertutur kata yang baik mengedepankan sopan santun.  Melakukan kritik terhadap orang lain boleh saja, akan tetapi harus dengan mengedepankan nilai-nilai ukhuwah bukan dengan emosi, dengan bahasa yang halus serta tanpa mengurangi kebebasan, keberanian dan daya kritis, sehingga terasa damai bagi orang yang mendengarkan.   Allah swt berfirman yang artinya : "..dan berbicaralah kepa...

Perbedaan Adalah Rahmat

Oleh : Much Yulianto Sidik Di era sekarang ini masih banyak dijumpai perilaku yang menyinggung perbedaan masalah SARA, kesukuan, ras, golongan bahkan perbedaan agama, tidak sedikit yang dengan sengaja merekam perilakunya tersebut kemudian mengunggahnya ke dunia maya atau media sosial. Sudah menjadi kodrat (sunatullah) manusia diciptakan oleh Allah swt berbeda beda, baik secara fisik maupun psikologis, laki-laki maupun perempuan, termasuk dilahirkan menjadi orang dari suku bangsa mana juga manusia tidak bisa menentukan, dalam Al Qur'an disebutkan : "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (QS. Al Hujurat : 13). Tujuan dari penciptaan manusia yang berbeda tidak lain a...