Langsung ke konten utama

Yuk!!! lapor SPT Tahunan? Begini caranya


MYS 22-01-21

Perlu diketahui bahwa bagi pemilik Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) harus melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Wajib Pajak Orang Pribadi dengan batas waktu paling lama 3 bulan setelah akhir tahun atau sampai tanggal 31 Maret 2020 pada Kantor Pelayanan Pajak.

Namun dalam rangka kebijakan pencegahan penularan wabah corona (covid-19) di Indonesia, pelayanan tatap muka sementara dihentikan, bagi yang sudah memiliki EFIN hal ini tentu tidak akan membingungkan, tinggal melaporkan melalui online.

Untuk mengatasi hal tersebut KPP Pratama Purbalingga membuka pelayanan secara daring dengan dihubungi di nomor (0281)891419 atau WA 081225269830 dan email di kpp.529@pajak.go.id.

Pelayanan yang diberikan meliputi pendaftaran NPWP, pendaftaran EFIN, lupa EFIN, pelaporan SPT Tahunan, tagihan pajak dan lain sebagainya yang berkaitan dengan perpajakan.

Untuk pendaftaran/aktivasi EFIN melalui email data yang perlu dipersiapkan diantaranya: NPWP; Nama; NIK; Alamat tempat tinggal; Alamat email dan swafoto dengan memegang KTP dan NPWP, namun untuk swafoto diupayakan yang jelas sehingga data di KTP dan NPWP dapat terbaca (pengalaman penulis).

Setelah mendapatkan EFIN yang dikirim melalui email, maka tinggal melaporkan SPT Tahunan melalui online ke alamat https://djponline.pajak.go.id atau bisa mencari di google dengan kata pencarian DPJ online, kemudian login menggunakan nomor NPWP dan Password yang diberikan, setelah masuk tinggal klik kotak e Filling kemudian klik buat SPT dan tinggal mengisi form yang tersedia sesuai dengan apa yang ada.

Saat pelaporan akan dikirimkan kode verifikasi e Filling dan diakhir akan dikirim bukti penerimaan elektronik melalui email, dengan begitu maka pelaporan SPT Tahunan sudah selesai.

Demikian beberapa informasi tentang cara pelaporan SPT Tahunan, semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merajut Tali Silaturahmi

Oleh : Much Yulianto Sidik Sudah diketahui bersama bahwa manusia diciptakan sebagai makhluk sosial, makhluk yang hidupnya membutuhkan bantuan dari orang lain, makan, minum, kerja, bahkan sampai tidur pun membutuhkan orang lain. Sebagai contoh nasi, dari mulai gabah sampai menjadi nasi yang dimakan membutuhkan proses yang panjang, dan semua proses membutuhkan bantuan orang lain. "Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya; dan dari pada keduanya Allah mengembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu." (QS. An Nisaa :1) Salah satu bentuk hubungan timbal balik adalah dengan menjalin silaturahmi, dengan adanya silaturahmi orang-orang yang awalnya tidak saling kenal bisa saling ken...

Sesama Muslim Jangan Saling Menghujat

Oleh : Much Yulianto Sidik Akhir-akhir ini di media sosial banyak muslim yang telah jauh meninggalkan nilai-nilai ukhuwah dengan menghujat umat muslim lainnya, baik secara perorangan maupun berkelompok, sangat tidak pantas apabila ada orang yang mengaku dirinya seorang mukmin tetapi mengabaikan ajaran ukhuwah.  Agama mengajarkan bahwa tidak boleh berprasangka buruk, jangan pula menjadi manusia yang gemar menghujat dan mencaci maki, berkata tidak baik dan kasar. Manusia diciptakan berbeda dengan makhluk lainnya, manusia dikaruniai akal pikiran agar dapat berbuat baik dan berbudi pekerti luhur, bertutur kata yang baik mengedepankan sopan santun.  Melakukan kritik terhadap orang lain boleh saja, akan tetapi harus dengan mengedepankan nilai-nilai ukhuwah bukan dengan emosi, dengan bahasa yang halus serta tanpa mengurangi kebebasan, keberanian dan daya kritis, sehingga terasa damai bagi orang yang mendengarkan.   Allah swt berfirman yang artinya : "..dan berbicaralah kepa...

Perbedaan Adalah Rahmat

Oleh : Much Yulianto Sidik Di era sekarang ini masih banyak dijumpai perilaku yang menyinggung perbedaan masalah SARA, kesukuan, ras, golongan bahkan perbedaan agama, tidak sedikit yang dengan sengaja merekam perilakunya tersebut kemudian mengunggahnya ke dunia maya atau media sosial. Sudah menjadi kodrat (sunatullah) manusia diciptakan oleh Allah swt berbeda beda, baik secara fisik maupun psikologis, laki-laki maupun perempuan, termasuk dilahirkan menjadi orang dari suku bangsa mana juga manusia tidak bisa menentukan, dalam Al Qur'an disebutkan : "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (QS. Al Hujurat : 13). Tujuan dari penciptaan manusia yang berbeda tidak lain a...