Langsung ke konten utama

Merajut Tali Silaturahmi

Oleh : Much Yulianto Sidik

Sudah diketahui bersama bahwa manusia diciptakan sebagai makhluk sosial, makhluk yang hidupnya membutuhkan bantuan dari orang lain, makan, minum, kerja, bahkan sampai tidur pun membutuhkan orang lain.
Sebagai contoh nasi, dari mulai gabah sampai menjadi nasi yang dimakan membutuhkan proses yang panjang, dan semua proses membutuhkan bantuan orang lain.
"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya; dan dari pada keduanya Allah mengembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu." (QS. An Nisaa :1)
Salah satu bentuk hubungan timbal balik adalah dengan menjalin silaturahmi, dengan adanya silaturahmi orang-orang yang awalnya tidak saling kenal bisa saling kenal, dan bagi yang sudah kenal maka akan semakin akrab.
Silaturahmi tidak harus dengan selalu bertatap muka secara langsung, seiring dengan berkembangnya teknologi, silaturahmi dapat dilakukan dengan menulis surat/chat di handphone, berbicara melalui telepon, bahkan bisa dengan video call.
Rasulullah saw bersabda : "Sebarluaskan salam, bersedekahlah dengan makanan, bersilaturahmilah, dan shalatlah di malam hari saat orang lain lelap tidur, kamu akan masuk surga dengan selamat." (HR. Ahmad dan Ad Darimi)
Dalam hadits diatas silaturahmi dapat menjadi salah satu penyebab masuk dalam surga.
Manfaat silaturahmi yang lain adalah dapat memperpanjang umur dan meluaskan rezeki, hal tersebut tersirat dalam hadits "Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya (kebaikannya) maka bersilaturahmilah." (HR. Al Bukhari)
Dan tentunya masih banyak lagi keutamaan-keutamaan dari silaturahmi, dan semoga kita menjadi orang yang ahli silaturahmi, dan marilah belajar untuk saling mencintai serta melengkapi kekurangan saudara kita demi kelangsungan kehidupan, jangan sampai tercerai berai karena akan merugikan diri sendiri dan orang lain.
Wallahu a'lam

Komentar

  1. Ok...hajar terus materi kub-nya !!!

    BalasHapus
  2. betul, silaturahmi baiknya harus terus dipelihara dan dijaga ketika sudah di sambung dan jangan hanya disambung tanpa dipelihara

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sesama Muslim Jangan Saling Menghujat

Oleh : Much Yulianto Sidik Akhir-akhir ini di media sosial banyak muslim yang telah jauh meninggalkan nilai-nilai ukhuwah dengan menghujat umat muslim lainnya, baik secara perorangan maupun berkelompok, sangat tidak pantas apabila ada orang yang mengaku dirinya seorang mukmin tetapi mengabaikan ajaran ukhuwah.  Agama mengajarkan bahwa tidak boleh berprasangka buruk, jangan pula menjadi manusia yang gemar menghujat dan mencaci maki, berkata tidak baik dan kasar. Manusia diciptakan berbeda dengan makhluk lainnya, manusia dikaruniai akal pikiran agar dapat berbuat baik dan berbudi pekerti luhur, bertutur kata yang baik mengedepankan sopan santun.  Melakukan kritik terhadap orang lain boleh saja, akan tetapi harus dengan mengedepankan nilai-nilai ukhuwah bukan dengan emosi, dengan bahasa yang halus serta tanpa mengurangi kebebasan, keberanian dan daya kritis, sehingga terasa damai bagi orang yang mendengarkan.   Allah swt berfirman yang artinya : "..dan berbicaralah kepa...

Perbedaan Adalah Rahmat

Oleh : Much Yulianto Sidik Di era sekarang ini masih banyak dijumpai perilaku yang menyinggung perbedaan masalah SARA, kesukuan, ras, golongan bahkan perbedaan agama, tidak sedikit yang dengan sengaja merekam perilakunya tersebut kemudian mengunggahnya ke dunia maya atau media sosial. Sudah menjadi kodrat (sunatullah) manusia diciptakan oleh Allah swt berbeda beda, baik secara fisik maupun psikologis, laki-laki maupun perempuan, termasuk dilahirkan menjadi orang dari suku bangsa mana juga manusia tidak bisa menentukan, dalam Al Qur'an disebutkan : "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (QS. Al Hujurat : 13). Tujuan dari penciptaan manusia yang berbeda tidak lain a...